WARRIOR OF THE NET
Jumat, 21 maret 2008. Saya ikut kaderisasi ARC, dalam kaderisasi itu diperlihatkan sebuah film yang mengilustrasikan sebuah jaringan. Di dalam ilustrasi film tersebut informasi dikirim melalui “paket” informasi, kemudian setiap paket diberi identitas di antaranya IP address, kemudian paket-paket yang sudah diberi label identitas akan siap dikirim melalui LAN. Kemungkinan terjadinya tabrakan di dalam jaringan lan biasa terjadi, hal ini adalah hal yang lumrah dalam suatu sistem, bila terjadi pada TCP packet maka akan di kirim ulang, tidak sama halnya seperti dengan UDP packet, apabila terjadi collision antara paket, tidak aka dikirim ulang karena keandalan paket itu rendah sekali. Banyak trafic yang terjadi di LAN, seperti TCP packet, UDP packet ICMP ping packet yang berlalu lintas menurut permintaan dari setiap masing-masing hosts ke tujuan tertentu. Kemudian, terdapat network device (router) yang mengambil paket berdasarkan alamat paket itu sendiri, kemudian paket-paket itu di alokasikan/ dipilah-pilah oleh router ke tujuan setiap paket. Dalam pilah-pilah paket, peluang terjadinya collision/ tubrukan antar paket di router tidak dapat di hindari. Hal ini tidak lepas dari lemahnya suatu sistem. Kemudian paket itu di kirim melewati router switch yang berfungsi untuk memilah-milah paket berdasarkan IP address yang dituju oleh setiap paketnya. Setelah sampai di tujuan, kemudian paket itu masuk ke dalam network interface dan kemudian “mengantri” untuk dikirm ke tahap berikutnya. Kemudian setiap paket itu akan melewati proxy server yang berfungsi untuk mengecek apakah web addres yang di minta telah diizinkan oleh server, bila alamat web itu dilarang oleh server seperti www.sex.com, maka paket itu langsung dihancurkan. Tetapi jika paket itu tidak berbau situs porno misalnya, maka akan diizinkan lewat oleh proxy server. Kemudian paket2 itu akan melalui firewall. Firewall mencegah paket2 yang berbahaya yang masuk dari internet ke dalam intranet, kemudian terdapat router yang meneruskan paket-paket tersebut ke dalam bandwith yang ada. Kemudian paket masuk ke internet yang terdapat lalu lintas internet. Kemudian setiap paket melawati firewall lagi. Firewall bertujuan untuk mengirim paket ke port2 yang telah dibuka. Jika port itu tidak dibuka oleh server maka paket itu akan hancur, kemudian paket itu akan dihancurkan jika paket itu berupa ping of death. Yang bertujuan untuk menyempitkan bandwith yang ada sehingga akan memperlambat kinerja router. Oleh karena itu paket ping of death langsng dihancurkan. Setelah lulus seleksi oleh firewall, kemudian paket masuk ke dalam web server. Kemudian setiap paket dibuka satu persatu untuk diambil data yang dikirim oleh paket tersebut berdasarkan permintaan informasi setiap host. Kemudian paket2 tersebut di “recycle” kembali, dan diisi dengan informasi yang kita minta. Kemudian di beri header dan diberi label untuk di kirim ke tempat si pengirim, kemudian melewati kembali ke firewall serverà internet à firewall host ànetwork interface dan kemudian data tersebut diambil oleh komputer kita.